“Dia Kelewatan...” Ketika Pasangan Menganggap Kamu Menjengkelkan

Semenit yang lalu dia baik-baik saja, tapi tiba-tiba, dia tampak jengkel dengan sesuatu dan kamu tidak tahu apa itu. Semua orang pernah mengalami ini satu atau dua kali. Jika dia tidak mau memberi tahu alasannya, mungkin ada hubungannya dengan sesuatu yang kamu katakan atau lakukan. Apa saja yang bisa membuat pria jengkel? Kali ini, kami ungkap beberapa situasi yang bagi pria sudah melewati batas.

  • 1. Kamu terlalu sering mengirim pesan dan menelepon.

    No image

    Kebanyakan pria tidak merasa perlu berhubungan tiap beberapa menit. Meskipun kamu tidak bermaksud membuat dia jengkel, mengirim pesan tiap 10 menit tentu akan mengganggunya. Mungkin kamu hanya ingin menunjukkan perhatian, tapi kontak berlebihan akan menimbulkan efek negatif. Buatlah aturan sendiri bahwa jika kamu sudah mengirim pesan, tunggu balasannya sebelum mengirim pesan lagi.

  • 2. “Mana yang lebih penting, pekerjaan atau aku?”

    No image

    Tidak ada cara yang tepat untuk membandingkan keduanya. Tiap kali mendengar pertanyaan provokasi ini, dia merasa diberi beban berat. Dalam beberapa kasus, dia akan mati rasa. Jika kamu tidak bisa menahan diri untuk bertanya, gigit lidahmu. Jika kamu ingin memastikan posisimu dalam hidupnya, jangan gunakan perbandingan. Tanyakan secara langsung, itu akan lebih mudah dijawab.

  • 3. Memerintah dalam setiap hal kecil.

    No image

    “Jangan melemparkan pakaian di mana-mana” atau “Cuci piring setelah makan.” Kamu mulai terdengar seperti ibunya. Dia bukan anak kecil lagi dan punya cara sendiri melakukan apa pun. Menegur saat dia tidak memenuhi standarmu hanya akan membuat dia marah dan mungkin memicu pertengkaran. Jika kamu tidak bisa mengabaikan kebiasaannya, sarankan secara halus. Cobalah memintanya untuk memperbaiki kebiasaan yang kurang baik.

  • 4. Tak henti bertanya, “Kamu cinta aku?”

    No image

    Wanita adalah makhluk yang lebih verbal daripada pria. Wanita tidak hanya lebih baik dalam mengekspresikan perasaan dengan kata-kata, tapi juga memerlukan kepastian verbal untuk merasa aman dan nyaman. Sebaliknya, pria merasa semua bisa dipahami tanpa kata-kata. Dia bersamamu karena mencintaimu. Itu semestinya sudah diketahui. Dia tidak ingin ditanya tentang sesuatu yang sudah jelas. Tahan lagi doronganmu untuk bertanya sebelum dia lelah dengan permintaanmu untuk menegaskan cintanya.

  • 5. Dia harus mendengar ocehanmu tentang sesuatu yang tidak dia pedulikan.

    No image

    Kebanyakan pria tidak tertarik dengan ocehan tidak berguna. Ketika waktunya sempit atau lelah setelah seharian bekerja, dia tidak ingin membicarakan sesuatu yang baginya tidak menarik (atau tidak penting). Itu hanya akan menguras sisa energinya yang tinggal sedikit, padahal dia bosan setengah mati. Kalau kamu ingin membicarakan sesuatu yang tidak dia minati, baca dulu bahasa tubuhnya dan pilih waktu ketika dia santai.

  • 6. “Apa yang kamu lakukan hari ini?” Kamu ingin dia melaporkan semua detail

    No image

    Ini sama saja meminta dia menuliskan laporan harian. Tentu saja dia akan merasa dikekang. Sebagai pasangan, wajar jika kamu ingin mengetahui jadwalnya, tapi menanyakan menit demi menit tentu sudah berlebihan. Jika kamu ingin pertanyaan seperti ini mengawali obrolan akrab, tanyakan dengan taktis. Pria akan terdorong untuk bercerita jika ditanya dengan, “Ada yang menarik hari ini?” atau “Apa rencanamu minggu depan?”

  • 7. Dia menunggumu menghabiskan makanan, tapi kamu terus mengobrol.

    No image

    Sebagian besar pria adalah makhluk praktis dan tidak suka membuang-buang waktu. Jika kamu tidak sadar dia sudah sabar menunggumu selesai makan, mungkin dia akan frustrasi dengan ocehanmu yang tanpa henti. Ini bukan berarti dia tidak ingin kamu menikmati makanan, dia juga ingin menikmati waktu yang menyenangkan saat makan. Jika kamu memang makan dengan lambat, beri tahu terlebih dulu dan bagi porsi supaya kamu bisa menikmati makanan sambil mengobrol.

  • 8. Saat bertengkar, kamu mulai menangis.

    No image

    Semua pasangan pasti pernah bertengkar. Tapi, jika kamu menangis saat bertengkar, dia merasa diskusi berakhir tanpa penyelesaian. Dia akan merasa tangisanmu tidak produktif dan hanya membuang waktu. Apalagi jika kamu yang salah dan memulai pertengkaran itu, dia akan menganggap tangisanmu hanyalah air mata buaya. Wanita cenderung lebih emosional, tapi cobalah menahan air mata dan lanjutkan pembicaraan konstruktif.

  • 9. Setelah bertengkar, kamu mengatakan, “Kamu sudah mengacaukan hariku.”

    No image

    Pria merasa bingung dan lelah setelah mendengar komentar ini. Pertengkaran biasanya tidak hanya disebabkan satu pihak. Jadi, tidak adil jika kamu menyalahkan dia saja. Kamu juga akan memperdalam luka yang timbul karena pertengkaran. Jika kamu memang ingin melampiaskan kekesalan, bicaralah dengan teman atau keluarga. Pelampiasan kepada mereka jauh lebih aman.

Published: Selasa, 21 November 2017