9 Komentar yang Membuat Pria Gelisah

Sebenarnya kamu hanya ingin mengungkapkan cinta, tapi mungkin efeknya justru berlebihan. Jika dia tidak merasakan hal yang sama, kemungkinan besar dia akan ketakutan. Apa saja komentar yang menakutkan itu? Kali ini, kami berfokus pada komentar wanita yang tampaknya lugu, tapi bisa menimbulkan efek merusak pada hubungan.

  • 1. “Apa kamu mencintai aku?”

    No image

    Kamu hanya ingin mendengar dia bilang “Aku cinta kamu”, tapi justru menyerangnya dengan pertanyaan yang sama. Dia mulai merasa terganggu. Cobalah menahan dorongan untuk sering bertanya. Sebaliknya, cari waktu dan tempat yang tepat, saat kata-kata ini lebih mudah keluar dari mulutnya, dan puaslah setelah kamu mendengarnya satu kali.

  • 2. “Apa kamu lebih mencintai aku daripada mantan-mantanmu?”

    No image

    Oke, kamu senang jadi yang terbaik, bahkan di antara perempuan lain yang pernah bersamanya, tapi meminta dia membandingkan kamu dengan mantan sama saja membandingkan apel dengan jeruk. Tidak ada cara yang mudah menilai hubungan. Dia mungkin putus dengan mereka, tapi bukan berarti tidak ada kenangan. Jangan pernah bertanya lagi. Selama kamu yakin bahwa kamu yang dia inginkan pada saat ini, itu saja yang penting.

  • 3. “Di mana kamu dulu ketemu sama mantanmu itu?”

    No image

    Kamu penasaran dengan masa lalunya, khususnya mantan pacar, tapi tanyakan pada diri sendiri apa untungnya buat kamu. Mengetahui cerita tentang mantan tidak akan membawa perubahan atau kebaikan apa pun pada hubunganmu saat ini. Kamu hanya akan menderita jika mengetahui hal-hal tidak relevan dan dihantui rasa cemburu. Berfokuslah pada masa depan, bukan masa lalu.

  • 4. “Kamu bakal sama aku selamanya, ‘kan?”

    No image

    Kecemasan membuat kamu tidak bisa berpikir jernih pada saat lemah dan kamu mulai menanyakan masa depan yang mustahil dijawab. Akibatnya, dia merasa ditekan untuk mengatakan sesuatu yang tidak dia inginkan, atau menghindari pertanyaan itu dengan tidak nyaman. Apa pun jawabannya, kamu tidak akan mendapat hasil yang diharapkan. Sebaliknya, tunjukkan perasaanmu dengan positif dan katakan, “Kuharap kita bisa bersama selama mungkin!”

  • 5. “Kita ini pacaran, ‘kan?”

    No image

    Kamu menyadari bahwa perasaanmu mungkin tidak sepenuhnya berbalas. Menyatakan keraguan akan hubungan bisa memicu efek yang tidak diinginkan. Dia mungkin merasa kamu menginginkan jenis komitmen yang tidak bisa dia berikan pada saat ini. Jika hubunganmu tidak dimulai dengan pertemanan dan berkembang jadi cinta (dalam kasus itu kamu harus mengklarifikasi), kamu tidak perlu mengonfirmasi apa pun.

  • 6. “Apa kamu punya orang lain?”

    No image

    Mungkin ada saatnya dia tidak bisa menghubungimu karena berbagai alasan. Kamu langsung curiga ada orang lain dalam hidupnya. Ketika kamu tidak bisa menghubungi dia, mungkin dia sedang bersama teman-temannya atau sibuk dengan pekerjaan. Pada saat seperti itu, kedewasaanmu untuk memahami dan menerima bahwa dia butuh waktu sendiri akan membuat dia terkesan.

  • 7. “Kamu ketemu siapa? Di mana?”

    No image

    Bukannya bertemu kamu, dia memutuskan untuk melakukan hal lain hari ini, untuk mengganti suasana. Kamu merasa berhak mengetahui keberadaannya. Tapi apa iya? Mungkin kamu ingin mengetahui semua hal yang dia lakukan, tapi tidak benar-benar perlu mengetahuinya. Selain itu, pertanyaan semacam ini akan membuat dia merasa diawasi. Kadang. Tidak bertanya juga sama pentingnya.

  • 8. “Apa dia tipemu?”

    No image

    Dia hanya mengobrol biasa dengan teman perempuan, tapi kamu jengkel dan bereaksi tidak masuk akal. Kamu tidak boleh dan juga tidak sehat membatasi atau memonitor semua kontaknya dengan perempuan lain. Selain itu, dia tentu tidak ingin menghadapi kecemburuanmu setiap kali dia mengobrol dengan perempuan lain. Tenanglah, dan ingat bahwa kamu punya harga diri. Yakinlah bahwa kamu yang dia pilih.

  • 9. “Orang tuaku mau ketemu kamu.”

    No image

    Kalian baru bertemu dan kamu sudah menyiratkan tentang masa depan. Tentu saja dia tidak ingin terburu-buru masuk ke wilayah yang tidak akrab. Semua butuh waktu. Benar bahwa beberapa pria membutuhkan sedikit dorongan untuk berkomitmen, tapi kamu harus memberi kesempatan pada hubungan untuk berkembang sebelum mengeluarkan kartu “bertemu orang tua”.

Published: Senin, 20 November 2017