9 Situasi Saat Pria Berpikir Kamu Merepotkan

“Aku sungguh-sungguh mencintainya, tapi...” Bukannya dia tidak sayang padamu, namun terkadang dia merasa bersamamu sangat menyusahkan. Banyak pria mengalami hal seperti ini pada suatu saat dalam sebuah hubungan, tapi jika menjadi sering, itu akan menimbulkan pertengkaran, atau mungkin dia pada akhirnya akan memutuskanmu. Momen-momen seperti apa sajakah itu? Kami telah meminta sejumlah untuk berbagi pemikiran mereka tentang situasi di mana pacar mereka menjadi merepotkan.

  • 1. “Mengapa kamu tidak membalas?” Kamu membuat dia terburu-buru untuk membalas pesanmu.

    No image

    “Aku sangat sibuk bekerja! Jangan membuatku tergesa-gesa.” Pahamilah bahwa tugasnya tidak hanya duduk menunggu pesan darimu. Dia harus melakukan sesuatu, dan pengingat darimu hanya akan membuat dia kesal. Jika kamu mengirim pesan, mungkin sebaiknya berilah waktu bagi dia untuk membalas sebelum kamu mengirim sebuah pengingat.

  • 2. “Kamu pergi dengan siapa?” Kamu bertanya secara detail siapa yang pergi dengannya.

    No image

    “Aku tidak bisa diganggu untuk menjelaskan itu kepadanya.” Setiap kali dia pergi dengan teman-temannya, kamu menanyakan siapa nama seseorang yang pergi bersamanya dan hubungan dia dengan mereka. Pacarmu adalah orang dewasa, dan dia merasa tidak perlu menjelaskan setiap orang tiap kali dia keluar. Jika dia memberimu jawaban singkat, jangan meminta keterangan lebih dari itu.

  • 3. “Aku lagi bad mood hari ini!” Kamu melampiaskan suasana hatimu yang sedang buruk kepadanya.

    No image

    “Ini datang setiap bulan sekali. Ini tidak mudah bagiku.” Jadi kamu sedang mengalami PMS, dan dia kebetulan berada di sekitarmu. Betapa sebuah tragedi baginya. Jika tahu dirimu bisa menjadi agak perasa di hari-hari itu, lebih baik hindarilah berkencan selama waktu tersebut. Kamu mungkin bisa menyebabkan hubunganmu hancur jika melakukannya.

  • 4. “Aku tidak marah.” Kecuali itu kamu.

    No image

    “Rasanya membingungkan, dan aku tidak ingin berhadapan dengannya.” Kamu marah karena sesuatu, tapi dengan keras kepala menyangkal hal itu. Jika kamu marah, biarkan dia tahu alasannya. Banyak pria lebih menyukai keterbukaan pacar mereka. Hal ini penting bila kamu ingin membangun hubungan yang langgeng dan bahagia.

  • 5. “Aku bukan siapa-siapa.” Kamu depresi tanpa sebab.

    No image

    “Tentu saja aku menghibur dia. Namun sekarang hal itu sering terjadi. Aku bosan karenanya.” Berpendapat negatif atau kurangnya penghargaan terhadap diri sendiri bukanlah tindakan yang menarik. Tidak apa-apa sesekali mengakui ketakutan atau kekhawatiranmu kepada pacar, tapi jangan membuat itu menjadi kebiasaan. Waktu yang dihabiskannya bersamamu bukanlah sesi terapi.

  • 6. “Ayo jemput aku sekarang!” Kamu menguji cintanya dengan membuat permintaan yang tidak realistis.

    No image

    “Jika aku bilang tidak, dia menangis. Berhentilah menekanku.” Mungkin ini menjadi sebuah ujian bagimu, tapi dia akan muak dengan permintaanmu tanpa henti yang tidak beralasan. Ujian cintamu hanya akan efektif sesekali. Jika kamu terus-menerus membuat tuntutan yang tidak masuk akal ini, itu akan menjadi ujian untuk mengukur seberapa cepat cinta kekasihmu akan mati.

  • 7. “Kita berpacaran. Kamu harus mengirim pesan kepadaku setiap hari.” Kamu membuat peraturan super ketat.

    No image

    “Aku tidak merasakan kegembiraan apa pun dalam melakukan tugas mengirim pesan kepadanya.” Apakah kamu memperoleh ide tersebut dari majalah maupun sinetron, mewajibkan dia untuk menunjukkan cintanya dengan mengikuti peraturanmu tidak akan pernah berhasil. Jika ingin membuat peraturan dalam hubungan kalian, pertama diskusikan dengan pacar untuk menentukan apa yang dia anggap praktis dan masuk akal.

  • 8. “Bagaimana penampilanku?” Kamu mengajak dia window shopping.

    No image

    “Aku merasa lelah setelah itu, dan sungguh buang-buang waktu.” Cobalah untuk menghindari hal ini, terutama bila kamu tidak berniat membeli apa pun. Beberapa pria bahkan menghubungkan window shopping dengan sakit fisik. Window shopping lebih baik sebagai kegiatan yang direncanakan untuk teman-teman wanitamu. Dengan begitu, kamu bisa menikmati waktu bersama para wanita dan pacarmu bisa menikmati waktu senggangnya.

  • 9. “Kamu melakukan hal yang sama persis sebelumnya!” Kamu menghidupkan kembali perdebatan lama.

    No image

    “Dia seperti gajah—tidak pernah lupa! Aku selalu bertanya-tanya berapa jauh lagi yang harus aku ingat.” Kamu semestinya meninggalkan perdebatan di masa lalu, terutama yang telah terselesaikan. Mengungkitnya kembali bukan hanya tidak efektif karena dia kemungkinan tidak mengingatnya—itu juga bisa menjadi pemecah belah.

Published: Kamis, 12 Oktober 2017