9 Keadaan yang Membuat Cinta Sepenuh Hatimu Menjadi Beban Bagi Pacar

Kamu mendedikasikan seluruh hatimu untuknya dan hanya dia, jadi sepantasnya pacarmu berpikir bahwa dirinya adalah pria paling beruntung di muka bumi ini, bukan? Ada garis tipis antara cinta sepenuh hati dengan kasih sayang berlebihan yang bisa menjadi beban baginya. Kali ini, berdasarkan survei yang kami lakukan, kami mengenalkan beberapa kebiasaan cintamu yang sebenarnya getir bagi dia.

  • 1. Kamu terus mengatakan “Aku cinta kamu” hingga dia balas mengucapkannya

    No image

    “Dia tidak akan berhenti sampai aku mengatakannya. Setelah beberapa saat, aku merasa dipaksa untuk mengucapkan itu.” Tidak ada gunanya memaksa pacar untuk mengatakan bahwa dia mencintaimu. Hal itu harus datang dari hatinya, dan harus secara spontan saat dia ingin mengatakannya.

  • 2. Kamu meminta laporan terperinci tentang kegiatannya dalam sehari

    No image

    “Dia sangat sering mengirim pesan untuk bertanya apa yang aku lakukan sepanjang hari. Ini sama saja dengan meminta laporan.” Meskipun kamu tidak bermaksud mempertanyakan keberadaannya, jika itu menjadi kebiasaan sehari-hari, dia akan berpikir kamu memantau aktivitasnya.

  • 3. Kamu terlalu dramatis tentang masa depan kalian

    No image

    “Kami bahkan belum menikah, dan jika dia serius, aku dalam masalah besar.” Bukan hanya kamu menjadi agak mendahului diri sendiri, tapi penggunaan ungkapan yang terlalu dramatis seperti “Ayo kita hidup bersama selamanya” atau “Aku akan selalu bersamamu selama sisa hidupku” terdengar seperti kekekalan bagi dia. Cobalah bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru saat menggunakan kata-kata seperti itu, atau ucapan tersebut akan menyampaikan pesan yang salah sepenuhnya.

  • 4. Kamu memberi “tebak-tebakan” untuknya tentang segala hal kecil mengenai kehidupan dan sejarahmu

    No image

    “Ini bukan ujian, dan dia membuatku kesal.” Menguji pengetahuan pacar tentang hidupmu (“Apakah kamu ingat hari ulang tahunku? Bagaimana dengan golongan darahku?”) merupakan sikap yang jelas menyebalkan baginya. Kamu ingin dia tahu tentang dirimu sebanyak kamu tahu tentang dirinya, tapi memberi dia tebak-tebakan bukanlah cara terbaik untuk meningkatkan kepeduliannya.

  • 5. Terus-menerus mengirim pesan kepadanya dan komplain bila dia tidak merespons

    No image

    “Dia mengirimiku pesan yang tak ada habisnya di tempat kerja, dan aku merasa dia sedang memonitor diriku.” Jika kamu membebani pacar dengan pesan tanpa henti, dia akan merasa tertekan oleh keinginanmu untuk harus selalu berkontakan. Paling tidak, kamu harus menghindari mengirim pesan saat dia sedang bekerja dan sedang tidur. Berkirim pesan semestinya menjadi cara untuk berkomunikasi dengannya, bukan memantaunya.

  • 6. Kamu sengaja meminta ciuman di tempat umum

    No image

    “Aku tidak tahu apa yang ingin dia buktikan, tapi aku sangat malu menunjukkan kemesraan di muka umum.” Beberapa pria masih enggan mengumbar kemesraan di publik. Kamu perlu memahami bahwa orang mempunyai ambang batas yang berbeda tentang hal itu, dan kamu harus memiliki sopan santun untuk bertanya apakah dia merasa nyaman dengan sikapmu yang suka pamer kemesraan di tempat umum.

  • 7. Kamu mengenang kisah cintamu

    No image

    “Dia bercerita tentang peristiwa saat pertama kali kami bertemu, tapi aku tidak bisa mengingat sama seperti yang dia lakukan. Aku rasa pikirannya terlalu mendramatisir.” Pria bersifat lebih praktikal, dan mereka tidak bisa mengikuti versi kisah cintamu yang dipercantik. Alih-alih mengenang masa lalu, pria akan menunjukkan lebih banyak pengertian jika kamu menghargai masa kini.

  • 8. Kamu memutus semua komunikasi dengan teman laki-lakimu dan menuntut hal yang sama darinya

    No image

    “Aku tidak pernah memintanya melakukan tindakan seekstrem itu. Aku tahu dia khawatir diriku berselingkuh, tapi caranya berlebihan.” Banyak wanita percaya bahwa setelah orang menjalin hubungan, mereka seharusnya tidak berteman dengan lawan jenis. Namun faktanya kamu tidak berhak mencampuri pertemanan pacarmu.

  • 9. Kamu menuntut untuk bertemu keluarga dia dan mengarahkan hubungan ke tingkat selanjutnya

    No image

    “Dia tampaknya sangat ingin menikah, dan itu membuatku kesal.” Jalan menuju pernikahan harus dipersiapkan oleh kalian berdua, dan kamu tidak bisa menggesa-gesa dia sesuai rencanamu. Kalian harus saling memahami kapan waktunya untuk melibatkan keluarga.

Published: Senin, 13 November 2017